Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
Jul 21
Akikah Untuk Orang Dewasa PDF Print E-mail

Hukum Akikah Setelah Dewasa/Berkeluarga

Pada dasarnya akikah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan akikah menjadi beban ayah.

Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diakikahi, ia bisa melakukan akikah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “ada orang yang belum diakikahi apakah ketika besar ia boleh mengakikahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diakikahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Para pengikut Imam Syafi’i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diakikahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan akikah sendiri.

1. Ibnu Hajar Al Haitsami dalam kitab Majmauz Zawaid Juz 2 hal 64

Dari Anas bin Malik beliau berkata : “Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam melakukan akikah (menyembelih hewan akikah) untuk dirinya sendiri setelah beliau diutus sebagai Rasul”. (HR. Bazzar dan Thabrani, para perawi Thabrani semuanya adalah perawi shahih kecuali Haitsam bin Jamil, beliau adalah terpercaya/tsiqah). (Dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah hadits nomer 2726)

2. Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Tuhfatul Maudud fi Ahkamil Maulud

Diriwayatkan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka memperbolehkan mengqadha’ akikah bagi mereka yang sudah dewasa. Di antara nya adalah :

  • Imam Hasan Al Bashri (tabi’in) : “Jika orangtuamu belum mengakikahi kamu, maka akikahlah untuk dirimu sendiri ketika kamu sudah dewasa”.
  • Muhammad bin Sierin (tabi’in) : “Aku mengakikahi diriku sendiri dengan seekor unta ketika aku sudah dewasa”.
  • Dinukil dari Imam Ahmad bin Hanbal (tabiut tabi’in) bahwa beliau menganggap baik (istihsan) bagi mereka yang belum diakikahi saat bayi, lalu mengakikahi dirinya ketika sudah dewasa.


Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy