Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
Feb 25
Kabar
AQUA CIANJUR KONSISTEM MEMBANGUN SARANA AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PDF Print E-mail

NegeriTernak.com-Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, banyak daerah yang mengalami kesulitan air bersih diantaranya di Desa Gekbrong, Desa Cikahuripan dan Desa Sukaratu Kec. Gekbrong- Cianjur. Sumur-sumur milik warga airnya tidak layak minum dan keruh yang menurut penuturan warga disebabkan oleh rembesan limbah dari aktivitas penambangan pasir, selain itu kekeringan juga dikarenakan sumur milik warga yang mengering terutama di musim kemarau.

Sehingga untuk mandi, cuci dan kebutuhan lainnya masyarakat selain menggunakan air sumur yang kotor ada juga terpaksa menggunakan air dari sungai. Meski air di sungai tersebut sudah terkontaminasi buangan limbah tambang dan tidak terjaminnya kehigienisannya bagi kesehatan.

Peduli dengan kondisi masyarakat yang kekurangan air bersih Aqua Plant Cianjur dengan Program Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) konsisten mempertahankan kepeduliannya bergerak di bidang sosial salah satunya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Gekbrong yang bekerjasama dengan Yayasan Negeri Ternak Indonesia (YNTI).

Abdul Rohim, Yayasan Negeri Ternak Indonesia” Pengadaan sarana air bersih dilakukan dengan cara membangun sumur bor dan tower air dengan kapasitas 2000 liter. Bantuan pembangunan sarana air bersih tahun 2019 ini dilaksanakan di Kp. Jati sari Desa Cikahuripan, Kp. Cibeleung Desa Sukaratu, Kp. Lapang, Kp. Jati serta di PAUD Analika 8 Desa Gekbrong”.

Jarot Pratoyo, PT. Tirta Investama (Aqua Plant Cianjur)” Penyaluran air bersih atau pembuatan sarana air bersih merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Aqua untuk masyarakat Cianjur. Tentunya penyaluran air besih ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Dengan dibangun dan diresmikannya sarana air yang berada di Desa Gekbrong dan Desa Sukaratu menjadi perwujudan dari CSR Aqua Cianjur. Tujuannya agar aqua dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar”.

Wawan Setiawan, Kasi Layanan Umum Kec. Gekbrong “Mewakili Pemerintah Kecamatan Gekbrong saya mengucapkan terimakasih kepada Aqua Cianjur yang telah membangun sarana air bersih kepada masyarak kami semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sehingga pembangunan sarana air bersih ini bisa dilakukan secara berkelanjutan”.

Asep Roswandi, Kasi Desa Sukaratu “ Dengan dibangunnya sarana air bersih yang berada diwilayah kami ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga semoga dengan ada bantuan ini kebutuhan air bersih dapat tercukupi dan tidak ada warga menjadi sehat.

Candra, Warga Kampung Jati Sari “Mewakili seluruh warga yang mendapatkan air bersih, saya Mengucapkan terimakasih banyak kepada Aqua Cinajur yang telah meberikan sarana air bersih bagi masyarakat. Sekarang sudah enak. Mau mandi, air udah ada. Mau nyuci, air udah ada. Air bersih sudah bisa masuk kedalam toilet rumah,”pungkasnya.(ib)

 

 
YNTI MENDAPAT PENGHARGAAN SEBAGAI PENGGERAK PERTANIAN SEHAT DAN RAMAH LINGKUNGAN PDF Print E-mail

NEGERITERNAK.com. Sukabumi, September 2019. Kelompok Tani Sri Asih Sehat Desa Caringin Kec. Cicurug melakukan kunjungan ke Nusantara Organic Sri Center (NOSC) yang berlokasi kec. Nagrak Sukabumi dalam rangka menimba ilmu pertanian sehat dan ramah lingkungan. Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja pendampingan petani penerima manfaat program Integrated Farming System (IFS) kemitraan PT. Aqua Golden Mississippi Mekarsari dengan Yayasan negeri Ternak Indonesia.

Dalam Kunjungan ini, para petani diberi penjelasan tentang company profile serta kegiatan yang dilakukan di NOSC dalam melakukan pertanian organik. Selanjutnya disampaikan pemaparan materi inti tentang pertanian organik dan aktivitas yang mendukung seperti cara membuat Mikro Organisme Lokal (MOL), Pupuk Organik Cair (POC) dan Kompos. Tidak hanya mendapatkan teori saja para petani juga langsung diajak mempraktekannya dengan bahan bahan yang sudah disiapkan. Bahan-bahan yang digunakan pun ternyata sangat banyak dijumpai disekitar tepat tinggal petani seperti buah maja, nasi sisa, sabut kelapa, sisa atau limbah sayuran, bonggol pisang, keong dan bahan lainnya. Para petani sangat antusias mendengarkan dan merespon setiap pemaparan yang diberikan oleh pihak NOSC.

Azis Kamiludin selaku koordinator pendamping program Yayasan Negeri Ternak Indonesia menyatakan “Kadatangan kami dalam rangka memberikan pengetahuan kepada petani agar petani yang selama ini menggunakan system pertanian konvesional berlaih menuju pertanian organic. Adanya kunjungan ini diharapkan bisa merubah mindset petani dan merubah pola pertanian yang selama ini dijalankan dari pertanian yang mencemari lingkungan menjadi bertani sehat tanpa menggunakan bhan kimia”

Cacas Suwarna selaku Manajer CSR PT. AQUA Golden Mississippi Mekarsari, menyampaikan harapan terwujudnya lingkungan yang sehat melalui system bertani yang organic “Kami berharap program ini dapat mewujudkan lingkungan dan masyarakat yang sehat serta dapat membantu para petani untuk memiliki pendapatan yang layak dari hasil bertaninya”

Abdul Cholik selaku Ketua Kelompok Tani Sri Asih menambahkan ”Dengan adanya kunjungan ini kami bisa belajar tentang bagaimana cara budidaya pertanian oganik khususnya tanaman padi, dengan mengikuti pelatihan ini menjadi pemicu bagi anggota lain agar mau berubah dari pertanian yang tidak ramah lingkungan menuju pertanian sehat. Kami berkomitmen menerapkan pertanian sehat ini diawali dari kelompok kami terlebih dahulu setelah itu kami akan sampaikan kepada masyarakat luas bahwa dengan bertani organik lingungan sehat badanpun sehat.

Sementara Iwan Setiaji selaku pengelola Nusantara Organic SRI Center (NOSC) menyatakan “Dengan mengubah cara bertani konvesional yang mencemari lingkungan dan membahayakan bagi kesehatan manusia dengan beralih ke pertanian organic sangat banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan diantara memperbaiki sifat sifat tanah, tidak mencemari ligkungan dan tentunya sahat dan aman jika dikonsumsi oleh manusia”.

Dalam kesempatan yang sama, pihak NOSC yang diwakili oleh Iwan Setiaji memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada Yayasan Negeri Ternak Indonesia yang dinilai telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam merubah pertanian konvensional menjadi pertanian sehat dan dan ramah lingkungan.

 

 
TRANSFORMASI SDGs MENJADI GERAKAN; PRASYARAT UNTUK MAKSIMALISASI CAPAIAN PDF Print E-mail

[Denpasar - Bali] Untuk keempat kalinya Indonesia Social Investment Forum (ISIF) diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII), yang pada tahun ini mengambil tema sentral “Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian SDGs – Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah.” Tema seputar Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ini dipilih mengingat sampai tahun 2030 Indonesia sudah berkomitmen untuk memfokuskan tujuan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya, baik di tingkat nasional maupun daerah, pada upaya pencapaian SDGs. Sementara sampai dengan tahun 2019 ini masih terdapat berbagai kesenjangan untuk pelaksanaan SDGs tersebut.

Dalam sambutannya Fajar Kurniawan, Managing Partner Social Investment Indonesia menyampaikan setidaknya ada tiga kesenjangan yang harus diatasi dalam pelaksanaan SDGs ini, yaitu: 1) kesenjangan pengetahuan dan pemahaman antar sektor; 2) kesenjangan dalam praktik di lapangan; dan 3) kesenjangan dalam engagement dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan bahwa, “Ada tiga hal penting yang harus kita lakukan bersama agar SDGs ini dapat menghasilkan capaian dan dampak yang maksimal, yaitu: 1) adanya political will dari semua pihak, termasuk mentransformasi SDGs ini menjadi semacam gerakan (movement) dimana semua pihak merasa bertanggungjawab; 2) adanya landasan hukum yang kuat, serta 3) adanya strategi yang baik mulai dari perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi hingga strategi komunikasi untuk segmen pemangku kepentingan yang berbeda.”

“Dalam empat tahun pelaksanaan SDGs di Indonesia, capaian untuk tiap tujuan sangatlah bervariasi, ada yang menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, ada yang perkembangannya tidak terlalu cepat tapi sudah on the right track, tapi ada juga yang perkembangannya justru negatif, khususnya untuk tujuan ke-13, “tandas Dr. Endah Murniningtyas, Panel Ahli SDGs.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang datang dari berbagai perwakilan dunia usaha, instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah, kalangan akademisi, LSM dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Sedangkan di antara pembicara yang hadir adalah Prof. Rudi Wibowo (Universitas Jember), Dr Timoteus Lesmana (Filantropi Indonesia), Prof. Suparto Wijoyo (Universitas Airlangga), Bappeda Provinsi NTB, Bappeda Kabupaten Badung, Danone Indonesia, PT Bumi Suksesindo, PT Kaltim Prima Coal, dan Social Investment Indonesia.

Tentang Indonesia Social Investment Forum (ISIF):

Indonesia Social Investment Forum (ISIF) merupakan forum diskusi tahunan yang didedikasikan untuk menyebarkan pemahaman tentang paradigma dan wacana investasi sosial- sebagai salah satu paradigma dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) khususnya kepada kalangan dunia usaha, pemerintah dan civil society (akademisi, LSM dan kelompok masyarakat lainnya) di Indonesia dan para pemangku kepentingannya. Forum ini diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII) dan pada tahun 2019 ini mengambil tema "Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) - Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah".

Tentang Social Investment Indonesia (SII):

Social Investment Indonesia (SII) merupakan lembaga independen yang mempunyai minat untuk menyebarkan pemahaman mengenai paradigma investasi sosial dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada segenap pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mendorong maksimalisasi kontribusi setiap pihak dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Kegiatan yang dilakukan diantaranya dan tidak terbatas pada pelaksanaan seminar, workshop, FGD, pelatihan, studi banding dan upaya-upaya lainnya.


 

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 7