Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
Aug 25
Kabar
TRANSFORMASI SDGs MENJADI GERAKAN; PRASYARAT UNTUK MAKSIMALISASI CAPAIAN PDF Print E-mail

[Denpasar - Bali] Untuk keempat kalinya Indonesia Social Investment Forum (ISIF) diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII), yang pada tahun ini mengambil tema sentral “Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian SDGs – Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah.” Tema seputar Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ini dipilih mengingat sampai tahun 2030 Indonesia sudah berkomitmen untuk memfokuskan tujuan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya, baik di tingkat nasional maupun daerah, pada upaya pencapaian SDGs. Sementara sampai dengan tahun 2019 ini masih terdapat berbagai kesenjangan untuk pelaksanaan SDGs tersebut.

Dalam sambutannya Fajar Kurniawan, Managing Partner Social Investment Indonesia menyampaikan setidaknya ada tiga kesenjangan yang harus diatasi dalam pelaksanaan SDGs ini, yaitu: 1) kesenjangan pengetahuan dan pemahaman antar sektor; 2) kesenjangan dalam praktik di lapangan; dan 3) kesenjangan dalam engagement dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan bahwa, “Ada tiga hal penting yang harus kita lakukan bersama agar SDGs ini dapat menghasilkan capaian dan dampak yang maksimal, yaitu: 1) adanya political will dari semua pihak, termasuk mentransformasi SDGs ini menjadi semacam gerakan (movement) dimana semua pihak merasa bertanggungjawab; 2) adanya landasan hukum yang kuat, serta 3) adanya strategi yang baik mulai dari perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi hingga strategi komunikasi untuk segmen pemangku kepentingan yang berbeda.”

“Dalam empat tahun pelaksanaan SDGs di Indonesia, capaian untuk tiap tujuan sangatlah bervariasi, ada yang menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, ada yang perkembangannya tidak terlalu cepat tapi sudah on the right track, tapi ada juga yang perkembangannya justru negatif, khususnya untuk tujuan ke-13, “tandas Dr. Endah Murniningtyas, Panel Ahli SDGs.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang datang dari berbagai perwakilan dunia usaha, instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah, kalangan akademisi, LSM dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Sedangkan di antara pembicara yang hadir adalah Prof. Rudi Wibowo (Universitas Jember), Dr Timoteus Lesmana (Filantropi Indonesia), Prof. Suparto Wijoyo (Universitas Airlangga), Bappeda Provinsi NTB, Bappeda Kabupaten Badung, Danone Indonesia, PT Bumi Suksesindo, PT Kaltim Prima Coal, dan Social Investment Indonesia.

Tentang Indonesia Social Investment Forum (ISIF):

Indonesia Social Investment Forum (ISIF) merupakan forum diskusi tahunan yang didedikasikan untuk menyebarkan pemahaman tentang paradigma dan wacana investasi sosial- sebagai salah satu paradigma dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) khususnya kepada kalangan dunia usaha, pemerintah dan civil society (akademisi, LSM dan kelompok masyarakat lainnya) di Indonesia dan para pemangku kepentingannya. Forum ini diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII) dan pada tahun 2019 ini mengambil tema "Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) - Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah".

Tentang Social Investment Indonesia (SII):

Social Investment Indonesia (SII) merupakan lembaga independen yang mempunyai minat untuk menyebarkan pemahaman mengenai paradigma investasi sosial dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada segenap pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mendorong maksimalisasi kontribusi setiap pihak dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Kegiatan yang dilakukan diantaranya dan tidak terbatas pada pelaksanaan seminar, workshop, FGD, pelatihan, studi banding dan upaya-upaya lainnya.


 

 
Aqua Mekarsari Melakukan Seremoni Panen Perdana Demplot Padi Sehat PDF Print E-mail

NEGERITERNAK.com, Sukabumi - PT Aqua Golden Mississippi (PT AGM) Pabrik Mekarsari, Cicurug, kembali mengajak petani untuk melestarikan konsep pertanian sehat dan ramah lingkungan melalui inisiasi program Integrated Farming System (IFS) di tahun 2018 ini. PT AGM bersama mitra pendampingan program Yayasan Negeri Ternak Indonesia (YNTI) menggandeng Balai Penyuluhan Petanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) membentuk dan membina Poktan (kelompok tani) Mekar Sajiwa Kp. Cisaat Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, untuk merealisasikan aktivitas pertanian dengan konsep sehat dan ramah lingkungan.

Puncak implementasi program IFS ini terlihat pada saat aktivitas panen perdana demplot padi sehat kelompok tani Mekar Sajiwa di Kp. Cisaat Desa Caringin Sukabumi.

"Orang-orang konsen terhadap kesehatan, mulai menghindari zat adiktif dan zat kimia yang masuk kedalam tubuh," ungkap kepala pabrik Aqua Mekarsari Nanang Rismadi.

Namun selama ini kendala utama pengembangan pertanian organik dianggap kurang menjanjikan secara ekonomis dibandingkan kimia. PT AGM sendiri sudah berkali-kali menggarap konsep ini dan mengajak petani lokal di sekitar pabrik namun selalu mati muda, tidak berkembang.

“Masalahnya belum sempat di roll out sudah mati muda. Kita percaya dengan tim Pak Cece ini Istiqomah untuk melestarikan lingkungan dan alam pertanian melalui sistem pertanian sehat dan ramah lingkungan. Kita berharap terus berkembang dan bisa ditiru oleh petani lain,” sambung Nanang.

Hal itu disampaikan Nanang usai panen perdana demplot padi sehat di lahan sawah seluas 2.800 meter persegi di Kampung Cisaat RT 01/01,Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, Kamis kemarin (3/1/2019). Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Ridwan menuturkan padi sehat yakni sejak penyemaian hingga panen pemupukannya menggunakan pupuk organic dan sangat minim penggunaan pupuk kimia.

Dahulunya lanjut Ridwan sawah tersebut menggunakan pupuk kimia. Bahkan air irigasi yang digunakan alirannya masih bersatu dengan masyarakat dan petani lain yang menggunakan pupuk kimia. "Kita sebut padi sehat karena sejak penyemaian hingga panen petani diajarkan menggunakan pupuk organik untuk menghasilkan padi kualitas sehat," pungkasnya.

 

 
Aqua Cianjur Melakukan Seremoni Serah Terima Pembangunan SAB Program WASH 2018 kepada Masyarakat PDF Print E-mail

NEGERITERNAK.COM, Kabupaten Cianjur-Program WASH (Water Access, Sanitation and Hygiene) merupakan salah satu implementasi pelaksanaan tanggung jawan sosial perusahaan (CSR) PT. Tirta Investama (Aqua) pabrik Cianjur yang salah satu kegiatannya berupa pembangunan sarana air bersih (SAB).

Tahun 2018 ini telah dilaksanakan pembangunan SAB di 5 Desa di sekitar wilayah operasional pabrik yaitu SAB Kp. Cikiara Desa Cinta Asih, SAB Kp. Cicurug Desa Songgom, SAB Kp. Cicurug Desa Bangbayang, SAB Kp. Cibacut Desa Sukaratu dan SAB Kp. Jatisari Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong dengan penerima manfaat total sekitar 263Kk /1052 jiwa.

Pada tangal 28 Desember 2018 telah dikaksanakan seremoni serah terima SAB dari PT. Tirta Investama pabrik Cianjur kepada masyarakat yang diwakili kepala desa masing-masing SAB yang dilaksanakan di Kp. Cicurug Desa Songgom Kecamatan Gekbrong.

Warsono selaku Manajer CSR PT. Tirta Investama pabrik Cianjur kepada faktualjabar.com mengatakan perusahaan hanya sebatas membangun sedangkan keberlangsungan dan keberlanjutan SAB tersebut kuncinya ada pada pemerintahan desa sekitar dan panitia pengelola (KPSAB) itu sendiri.

Sementara itu, Supriatno Sekmat Gekbrong sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada perusahaan atas bantuan pembangunan sarana air bersih untuk masyarakat dan juga program lainnya.

“Kami haturkan terima kasih kepada Aqua Cianjur atas bantuan sarana air bersih yang di berikan di wilayah Gekbrong dan program-program CSR lainnya mengingat sudah sesuai dengan program pemerintahan Cianjur salah satunya program kesehatan di masyarakat, besar harapan kami program tersebut masih dapat berlanjut di wilayah desa-desa yang lain” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wahyudin selaku Kades Songgom menuturkan sejak tahun 2013 sudah banyak sarana air bersih yang dibangun dan sampai sekarang masih berjalan baik mengingat partisipasi masyarakat dalam merawat SAB tersebut cukup bagus.

Hal senada juga diutarakan oleh pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Aa Asep yang juga salah satu ketua kelompok pengelola SAB yang mengatakan tiada kata yang patut diucapkan selain puji syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan berupa terbangunnya SAB melalui perantara program CSR Aqua Cianjur, dan salah satu wujud syukur tersebut yaitu dengan cara menjaga dan mengelola SAB dengan baik sehingga akan terus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat bukan hanya saat ini tetapi juga oleh anak cucu kita nantinya.

 

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 6