Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
Sep 24
Risalah Kurban PDF Print E-mail

PENGERTIAN IBADAH KURBAN

Kurban atau dalam bahasa arab Qurban berarti mendekati atau menghampiri.  Adapun hewan kurban dalam bahasa arab disebut udh-hiyah atau adh-dhahiyah.

Ibadah Kurban adalah salah satu ibadah umat Islam, dimana dilakukan penyembelihan udh-hiyah (unta, sapi, dan kambing) pada hari raya Kurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

SEJARAH IBADAH KURBAN

Di dalam Al-Qur’an terdapat dua peristiwa ibadah kurban yang menjadi Ibroh (pelajaran) bagi umat Islam. Peristiwa yang pertama adalah ibadah kurbannya Habil dan Qabil, keduanya adalah anak dari Nabi Adam as. Sebagaimana ayat Al-Qur’an berikut:

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa". (TQS. Al Maaidah : 27)

Peristiwa yang kedua adalah ibadah kurbannya Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih anaknya Ismail. Sebagaimana ayat Al-Qur’an berikut:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar". (TQS. Ash Shaaffaat: 102)

DALIL-DALIL SYAR’I IBADAH KURBAN

  1. Di dalam Al-Qur’an :
  2. “Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (TQS Al Kautsar : 2)
  3. Di dalam Hadits Rasulullah saw :
  4. “Aku diperintahkan (diwajiibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah.” (HR. At Tirmidzi)
    “Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.” (HR. At Tirmidzi)
    “Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan...” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165)

HUKUM IBADAH KURBAN

Ibadah Kurban menurut mayoritas ulama fiqih hukumnya sunnah, tidak wajib. Imam Malik, Asy Syafi’i, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan lainnya berkata,”Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya)