Dari Sampah Menjadi Gerakan: Kisah Perempuan Hebat di Balik Pengelolaan Sampah TPS3R Terang

 Dari Sampah Menjadi Gerakan: Kisah Perempuan Hebat di Balik Pengelolaan Sampah TPS3R Terang

Cianjur, 2026. Di balik lingkungan yang lebih bersih, ada perempuan-perempuan yang setiap hari bekerja di garis depan pengelolaan sampah. Mereka bukan sekadar membantu, tetapi menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah berbasis Masyarakat, mulai dari mengambil sampah dari rumah warga, mengangkutnya ke TPS3R, hingga memastikan sampah dapat dikelola dengan lebih baik.

Peran tersebut terlihat di TPS3R Terang, Desa Sukamanah, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Di tempat ini, perempuan turut mengambil bagian dalam aktivitas operasional pengelolaan sampah. Dua di antaranya adalah Ilis Mukodasah dan Dedeh Ruhyati, yang menjadi bagian dari tim TPS3R Terang dan aktif terlibat dalam pelayanan pengelolaan sampah masyarakat.

Bagi Ilis dan Dedeh, pekerjaan mengelola sampah bukan sekadar aktivitas rutin. Mereka turun langsung ke lingkungan warga untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dan membawanya menuju TPS3R menggunakan kendaraan roda tiga atau cator. Sampah yang terkumpul kemudian masuk ke TPS3R untuk dipilah dan dikelola lebih lanjut.

Aktivitas tersebut menempatkan mereka pada posisi penting dalam rantai pengelolaan sampah. Sebelum sampah dapat dipilah, diolah, atau dimanfaatkan kembali, ada proses awal yang harus dilakukan: memastikan sampah dari rumah warga benar-benar terkumpul dan masuk ke dalam sistem pengelolaan.

Di sinilah peran perempuan menjadi nyata.

Keterlibatan Ilis dan Dedeh menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukan hanya ruang kerja bagi laki-laki. Perempuan juga mampu mengambil peran langsung dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga, kedisiplinan, keberanian, dan konsistensi. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi sampah rumah tangga sekaligus membangun hubungan pelayanan dengan masyarakat yang menjadi pengguna layanan TPS3R.

Lebih dari sekadar mengangkut sampah, kehadiran mereka turut memperkuat keberlangsungan operasional TPS3R Terang. Setiap kantong sampah yang diambil dari rumah warga berarti satu langkah untuk mencegah sampah menumpuk atau berakhir tanpa pengelolaan yang jelas.

Pekerjaan ini mungkin terlihat sederhana. Namun, dilakukan setiap hari, di bawah terik matahari dan dengan tantangan kondisi lapangan yang tidak selalu mudah, pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Bagi masyarakat, kerja Ilis, Dedeh, dan perempuan-perempuan lain di TPS3R Terang mungkin tidak selalu terlihat. Mereka datang, mengambil sampah, mengangkutnya, lalu kembali menjalankan aktivitas berikutnya. Namun dari pekerjaan yang berulang itulah sistem pengelolaan sampah dapat terus berjalan.

Kisah Ilis Mukodasah dan Dedeh Ruhyati menjadi gambaran bahwa perubahan lingkungan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat tumbuh dari kerja-kerja sehari-hari yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat sendiri.

“Perempuan tidak hanya berada di balik rumah yang bersih. Di TPS3R Terang, mereka juga berada di garis depan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata”.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PT Tirta Investama Pabrik Cianjur untuk turut mengambil peran dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui dukungan terhadap inisiatif lokal, pengelolaan sampah didorong tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Dalam proses tersebut, Yayasan Negeri Ternak Indonesia (YNTI) hadir sebagai mitra pendampingan program yang membantu mensinkronkan berbagai inisiatif, sumber daya, dan potensi lokal yang telah tumbuh di masyarakat. Pendampingan diarahkan untuk mempertemukan potensi yang ada, memperkuat kapasitas masyarakat, serta membuka ruang kolaborasi antara komunitas dan berbagai pihak. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak berhenti pada aktivitas pengangkutan dan pemilahan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi partisipatif yang bertumpu pada inisiatif dan kekuatan lokal masyarakat. [LS-JMD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *