Posyandu Tangguh untuk Generasi Tangguh

 Posyandu Tangguh untuk Generasi Tangguh

NEGERITERNAK.COM-Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah  lima  tahun)  akibat  dari  kekurangan  gizi  kronis  sehingga  anak  terlalu pendek untuk usianya. Dampak  buruk  yang  dapat  ditimbulkan  oleh  masalah  stunting  pada  balita  dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dalam jangka panjang dampak stunting dapat menurunkan kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang menghadapi permasalahan stunting yaitu menempati urutan ke 5 di dunia dan urutan ke 2 di Asia Tenggara. Prevalensi stunting diangka 27,67% atau 6,3 juta dari 23 juta balita (SSGBI, 2019). Sementara di Kabupaten Cianjur kasus stunting ada diurutan ke 3 se-Jawa Barat dimana angka prevalensi stunting sebesar 41% sementara angka kurang gizi sebesar 19,6% (Riskesdas 2018).

PT Tirta Investama Pabrik Cianjur atau Aqua Cianjur sebagai salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Cianjur menaruh perhatian dan kepedulian terhadap kasus stunting yang terjadi pada balita yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur Khususnya di Kecamatan Gekbrong. Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian tersebut Aqua Cianjur di tahun 2020 menginisiasi program pencegahan stunting yang diintegrasikan dengan penyediaan akses air bersih dan sanitasi (WASH) di Desa Cikancana dan Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong dengan menggandeng Yayasan Negeri Ternak Indonesia sebagai mitra pendampingan program.

Berbagai kegiatan yang ditujukan dalam rangka pencegahan stunting dilaksanakan antara lain edukasi pencegahan stunting seperti workshop 1000 HPK, kelas Parenting pola asuh dan gizi, workshop pencegahan stunting dan Wash, home visit balita, home visit ibu hamil, pendampingan kader posyandu, pendampingan guru dan siswa PAUD serta penyediaan akses air bersih baik di masyarakat maupun di sekolah. Program ini menyasar pihak yang memiliki keterkaitan dengan upaya pencegahan stunting seperti ibu balita, ibu hamil, balita, kader posyandu, guru dan siswa PAUD.

Selain pada aspek edukasi pencegahan stunting, kegiatan program juga dilakukan dalam bentuk penanganan spesifik khususnya untuk balita yang beresiko stunting berdasarkan data hasil home visit rutin yang dilakukan. Kegiatan penanganan spesifik tersebut terutama intervensi penambahan asupan gizi balita diantaranya pemberian PMT, penyediaan sayuran mandiri melalui fasilitasi budidaya sayuran teras rumah dan inisiasi posyandu tangguh.

Posyandu tangguh merupakan kegiatan penguatan posyandu melalui peningkatan peran posyandu dalam pencegahan stunting di wilayah kerjanya. Posyandu tangguh ini diwujudkan dalam bentuk pendampingan kader posyandu, pemenuhan alat kerja posyandu (timbangan digital dan alat ukur tinggi badan) dan juga bantuan ayam petelur beserta kandangnya. Pendampingan kader posyandu dan pemenuhan alat kerja posyandu untuk meningkatkan kapasitas pelayanan posyandu, sementara bantuan ayam petelur untuk meningkatkan kemandirian pemenuhan asupan gizi balita (PMT) dari produksi telur yang dihasilkan dan  dukungan pupuk untuk budidaya sayuran dari limbah kotoran yang dijadikan kompos.

Inisiasi posyandu tangguh dilakukan di 6 (enam) posyandu yang ada di Desa Cikancana dan Desa Sukaratu, yaitu Posyandu Anggrek 1, Posyandu Anggrek 2 dan Posyandu Anggrek 4 Desa Cikancana dan Posyandu Melati 3, Posyandu Melati 4 dan Posyandu Melati 5 Desa Sukaratu. Masing-masing posyandu mendapat bantuan 1 timbangan digital, 1 alat ukur tinggi badan dan 20 ekor ayam petelur beserta kandangnya.

Yeni Nuraeni ketua Posyandu Melati 3 Desa Sukaratu menyambut baik bantuan ayam petelur yang diberikan program. Menurut beliau salah satu permasalahan yang dihadapi posyandu adalah terbatasnya kemampuan posyandu dalam memenuhi kebutuhan PMT untuk balita. “Saya selaku ketua posyandu Melati 3 sangat berterima kasih pada Aqua Cianjur yang memberikan bantuan ayam petelur di posyandu saya, dimana telurnya akan digunakan untuk tambahan PMT balita sementara limbah kotorannya dijadikan kompos untuk pupuk budidaya sayuran yang sayurannya bisa untuk PMT balita juga sehingga diharapkan balita di Posyandu Anggrek 3 tidak ada yang sampai mengalami stunting”.

Hal senada juga disampaikan oleh Ekah ketua Posyandu Melati 5 Desa Sukaratu yang juga menerima bantuan 20 ekor ayam petelur beserta kandangnya. Beliau mengatakan permasalahan keterbatasan kemampuan posyandu memenuhi kebutuhan PMT balita terjadi hampir disemua posyandu termasuk Posyandu Melati 5 yang diketuainya. “Adanya bantuan ayam petelur ini sangat besar manfaatnya untuk pelayanan posyandu terutama pemenuhan PMT balita karena telurnya bisa dikonsumsi balita sebagai PMT dan juga limbah kotorannya untuk pupuk tanaman sayuran yang juga bisa diolah menjadi PMT untuk balita juga”.

Adanya inisiasi posyandu tangguh yang dilakukan oleh Aqua Cianjur sebagai bentuk kontribusi terhadap pencegahan stunting di Kabupaten Cianjur diharapkan mampu meningkatkan peran dan layanan posyandu sebagai ujung tombak upaya pencegahan stunting menuju terwujudnya generasi tangguh yang bebas stunting. (JMD)