Harapan Itu Bernama Jamur Tiram

 Harapan Itu Bernama Jamur Tiram

NEGERITERNAK.COM-Jamur tiram, dinamakan demikian karena bentuknya seperti tiram. Jamur tiram adalah jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang. Ada beberapa jenis jamur tiram yaitu Jamur tiram merah jambu, Jamur tiram kelabu, jamur tiram coklat dan jamur tiram putih. Jamur tiram putih yang paling dikenal dan disukai masyarakat.

Sudah sekitar 5 bulan terakhir,  Lili Aliansyah memiliki aktivitas rutin mengantar jamur tiram ke para konsumen. Dengan menggunakan sepeda motor pak Lili mendatangi konsumen jamur tiram setiap pagi. Pak Lili, saah satu anggota kelompok tani Sri Asih 2 yang mendapat tugas mengelola budidaya jamur tiram di kumbung unit usaha tani jamur Sri Asih 2 bersama beberapa anggota kelompok tani lainnya. Unit usaha tani jamur tiram ini merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kelompok tani Sri Asih 2 oleh CSR PT Aqua Golden Mississipi Pabrik Mekarsari Sukabumi. Melalui kegiatan peningkatan kapasitas kelompok serta pendampingan intensif dari Yayasan Negeri Ternak Indonesia sebagai mitra pendampingan program, unit usaha tani jamur tiram ini masih berjalan sampai saat ini.

Jamur tiram menjadi salah satu bahan makanan yang memiliki banyak peminat. Selain karena jamur mengandung banyak zat yang penting bagi tubuh, di antaranya serat, beta glucan, vitamin B, mineral, kalium, dan beberapa jenis karbohidrat. Jamur ini baik dikonsumsi karena bebas lemak, rendah kalori, dan bebas kolesterol. Juga karena jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan baik campuran sayur maupun dijadikan olahan makanan ringan.

Unit usaha tani jamur tiram dimulai bulan Oktober 2020 dengan membudidayakan jamur tiram sebanyak 5000 baglog bantuan dari CSR PT Aqua Golden Mississipi Mekarsari Sukabumi. Dengan bantuan tersebut mampu menjadi sumber penghasilan alternatif anggota kelompok. Dengan masa produksi yang panjang yaitu sekitar 4 bulan dimana dalam sehari jamur dapat dipanen antara 15-20 kg sehingga mampu menambah  penghasilan lain kelompok tani selain dari tanaman padi sehat sebagai aktivitas utama.

Menurut bapak Lili Aliansyah untuk memasarkan jamur tiram tersebut cukup mudah, selain dipasarkan ke pengrajin olahan jamur tiram yang ada di sekitar wilayah sendiri dapat juga dijual kepasar tradisonal yang terdapat di Kec. Cicurug. Hanya saja karena kondisi pandemi Covid-19 saat, harga jual jamur tiram cenderung mengalami penurunan dari harga normal. Saat ini omset penjualan jamur tiram Rp 100.000,- sampai Rp 150.000,- per hari. Harapannya kondisi pandemi Covid-19 segera berakhir dan dapat memperbesar usaha jamur tiram dengan menambah jumlah baglog supaya hasilnya lebih meningkat lagi.