Program Caringin Mandiri di Sukabumi Tahun 2021

 Program Caringin Mandiri di Sukabumi Tahun 2021

Tahun 2021, Yayasan Negeri Ternak Indonesia kembali bekerjasama dan bermitra dengan PT. Aqua Golden Mississippi Pabrik Mekarsari. Menjadi mitra pendampingan program Corporate Social Responsibility (CSR) Program Caringin Mandiri yang berlokasi di Kp Papisangan Desa Caringin Kec. Cicurug Kab. Sukabumi.

Program Caringin Mandiri merupakan program peningkatan ekonomi yang difokuskan untuk menjawab permasalahan utama yang dihadapi saat ini yakni (1) Tingginya angka pengangguran/ tidak memiliki pekerjaan tetap. Ada sekitar 30% atau 1.716 orang pengangguran di Desa Caringin dan sekitar 36% atau 120 orang pengangguran di Kp. Papisangan RT 03/05. (2)  Adanya pencemaran sampah di lingkungan. Rata-rata produksi sampah rumah tangga sekitar 26.600 Kg  per tahun. (3) Masih ada pesantren yang memiliki permasalahan ekonomi, sanitasi dan gizi.

Melalui intervensi program lanjutan dari PT AGM Mekarsari diharapkan dapat semakin memberikan kontribusi penyelesaian permasalahan tersebut. Untuk menjawab permasalahan tingginya angka pengangguran/ tidak memiliki pekerjaan tetap diintervensi dengan (1) Pengembangan sentra pertanian terpadu. (2) Pengembangan kelembagaan unit usaha tani. (3) Pengembangan kelompok wanita tani (KWT).

Pengembangan unit bank sampah diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh sampah yang dibuang sembarangan.

Di Desa Caringin dan sekitarnya akan dapat ditemukan pesantren yang manajemen pengelolaannya masih tradisional dan pada umumnya memiliki permasalahan ekonomi, sanitasi dan gizi. Oleh karena itu, intervensi program adalah dengan (1) Penguatan entrepreneurship santri yang dilaksanakan di pesantren Umdatul Falah Desa Caringin Kecamatan Cicurug.

Bersama program Caringin Mandiri Aqua Mekarsari dan dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti: Pemkab Sukabumi, DLH Kab. Sukabumi, Kecamatan Cicurug, Desa Caringin, BPP, Puskesmas, Media massa dan pelibatan berbagai unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, Poktan, pemuda, perempuan sebagai pelaku dan pengelola program dan juga keberlanjutannya. Diharapakan akan tercipta kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi produktif dan mampu menyerap tenaga kerja local sehingga dapat meminimalisir atau bahkan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada saat ini